Jakarta Resep Tempe Geprek Mozarella memadukan dua tekstur yang sulit ditolak: tempe balut tepung yang garing berpadu sambal bawang pedas, lalu ditutup keju mozzarella yang meleleh di atasnya. Sajian ini adalah turunan modern dari ayam geprek, tetapi jauh lebih ramah di kantong dan tetap kaya protein nabati. Buat kamu yang ingin lauk sederhana tapi terasa istimewa, hidangan ini layak masuk daftar menu minggu ini.
Sebelum masuk dapur, ada baiknya mengenal bahan bintangnya. Tempe adalah warisan pangan asli Indonesia yang berakar di Pulau Jawa. Sebagaimana dikutip dari Google Arts & Culture, sambal tumpang atau sambal lethok tercatat sebagai hidangan berbahan tempe tertua yang terekam dalam Serat Centhini, naskah Jawa yang menggambarkan peristiwa era Mataram pada abad ke-17. Jejak sepanjang itu menjadikan tempe salah satu fondasi kuliner Nusantara.
Kabar baiknya, mengolah tempe menjadi geprek mozzarella tidak sulit dan bahannya mudah didapat. Resep berikut menonjolkan kombinasi tepung yang menghasilkan kremes tahan lama, sambal bawang yang menempel sempurna, serta lelehan keju yang membuat setiap suapan lebih nendang.
Sekilas tentang Tempe Geprek Mozzarella
Tempe geprek pada dasarnya adalah tempe yang digoreng, lalu digeprek (ditekan) bersama sambal di atas cobek sampai bumbunya meresap. Versi mozzarella menambahkan lapisan keju yang dilelehkan di atasnya, sehingga rasa gurih-pedas sambal bertemu dengan lembutnya keju. Inilah yang membedakannya dari tempe geprek biasa maupun tempe geprek tabur teri yang mengandalkan topping kering.
Perbedaan lain terletak pada sambal. Banyak warung memakai sambal bawang yang diulek kasar untuk sensasi pedas menyengat, sementara sebagian orang menyukai sambal matah khas Bali yang segar dan mentah. Dibanding ayam geprek keju yang berbasis daging ayam, tempe geprek mozzarella lebih murah, lebih cepat matang, dan cocok untuk kamu yang sedang mengurangi konsumsi daging. Tempe memang lentur diolah, dari tempe kecap hingga oseng tempe manis pedas.
Baca juga: aneka olahan tempe untuk menu harian
Dari sisi gizi, tempe punya reputasi kuat. Merujuk Healthline, tempe kaya protein, prebiotik, serta beragam vitamin dan mineral, sekaligus rendah sodium dan karbohidrat. Sebagaimana disampaikan Cleveland Clinic, tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat baik sehingga menjadi pilihan berharga bagi vegetarian dan vegan. Deborah Murphy, seorang ahli gizi di Chicago, dikutip dari The Healthy menyatakan, “Tempe sangat rendah lemak jenuh dan justru mengandung lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, seperti lemak tak jenuh ganda dan tunggal.”
Proses fermentasilah yang membuat tempe istimewa. Mengutip WebMD, fermentasi membuat tempe lebih mudah dicerna, dan tempe pun bisa diolah dengan cara dipanggang maupun di-air fry, bukan sekadar digoreng. Berdasarkan publikasi jurnal Future Foods, konsumsi tempe dikaitkan dengan sejumlah manfaat, mulai dari menurunkan kolesterol hingga memperbaiki kesehatan usus. Hang Xiao, ilmuwan pangan, dikutip dari University of Massachusetts menuturkan, “Kalau tidak enak, orang tidak akan cukup sering memakannya untuk memperoleh manfaat kesehatannya.pulsaslot
